Pengembangan Pembelajaran Orientasi Mobilitas Sosial Dan Komunikasi (Omsk) Dalam Membentuk Karakter Anak Tunanetra (Studi Kasus Yayasan Raudlatul Makfufin Serpong Kota Tangerang Selatan)

NURHASANAH, NURHASANAH (2021) Pengembangan Pembelajaran Orientasi Mobilitas Sosial Dan Komunikasi (Omsk) Dalam Membentuk Karakter Anak Tunanetra (Studi Kasus Yayasan Raudlatul Makfufin Serpong Kota Tangerang Selatan). Skripsi (S1) thesis, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta.

[img] Text
SKRIPSI REVISI NURHASANAH FIXXXXXXXXXX.pdf - Published Version

Download (3MB)

Abstract

Penerapan program OMSK (Orientasi Mobilitas Sosial dan Komunikasi) yang mana pengembangan kemampuan komunikasi anak tunanetra bertujuan untuk melatih bersikap baik dan benar dalam berkomunikasi lisan, tulisan baik menggunakan alat komunikasi manual (braille) dan elektronik. Melalui pembelajaran ini diharapkan anak tunanetra dapat terbentuk karakternya serta dapat bersikap mandiri dan mengurangi ketergantungannya terhadap orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) karakter anak tunanetra, (2) pengembangan pembelajaran orientasi mobilitas sosial dan komunikasi (omsk) dalam membentuk karakter anak tunanetra (3) faktor pendukung dan penghambat pengembangan pembelajaran orientasi mobilitas sosial dan komunikasi (OMSK) dalam membentuk karakter anak tunanetra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan, guru orientasi mobilitas sosial dan komunikasi (OMSK), kepala sekolah Yayasan Raudlatul Makfufin dan siswa sebagai subyek penelitiannya. Hasil penelitian ini yaitu : (1) karakter anak tunanetra diantaranya tidak percaya diri, takut, pemalu, serta ketergantungan yang berlebih (2) pembelajaran orientasi mobilitas sosial dan komunikasi (OMSK) dapat meningkatkan kepercayaan diri serta kemandirian pada anak tunanetra (3) faktor pendukung dan penghambat pengembangan pembelajaran orientasi mobilitas sosial dan komunikasi (OMSK) dalam membentuk karakter anak tunanetra adalah : kemampuan motorik anak, guru, motivasi, sarana dan prasarana, orang tua, lingkungan sekolah dan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa guru orientasi mobilitas sosial dan komunikasi (OMSK) memiliki peran sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih. Faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi guru dalam pengembangan pembelajaran orientasi mobilitas sosial dan komunikasi (OMSK) dalam membentuk karakter anak tunanetra dapat digolongkan ke dalam dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal seperti keluarga ( orang tua) dan faktor eksternal seperti guru, lingkungan sekolah dan masyarakat, serta sarana dan prasarana. Pengembangan pembelajaran orientasi mobilitas sosial dan komunikasi (OMSK) dalam membentuk karakter anak tunanetra adalah dengan membiasakan anak tunanetra melakukan segala hal dengan sendiri serta menumbuhkan kemandirian dan membentuk v karakter yang baik. Saran yang dapat peneliti ajukan antara lain yaitu guru dan kepala sekolah merupakan tombak keberhasilan Pendidikan, agar pelaksanaan pembelajaran berhasil sesuai dengan tujuan dan sasaran yang diharapkan, kuncinya terletak kesiapan, kemauan dan kemampuan pendidik untuk melaksanakan pembelajaran dengan sebaik�baiknya.

Item Type: Thesis (Skripsi (S1))
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Islamic Religion > S1 Islamic Religious Education / Pendidikan Agama Islam (PAI)
Depositing User: Yahya Yahya
Date Deposited: 28 May 2021 00:49
Last Modified: 28 May 2021 00:49
URI: http://repository.umj.ac.id/id/eprint/4940

Actions (login required)

View Item View Item